Senin, 03 Desember 2012

Ada apa di dalam KA'BAH..?

Tak sembarang orang yang bisa memasuki Ka'bah. Oleh sebab itu, banyak yang bertanya, apa sebenarnya yang ada dalam Ka'bah itu ? Apa benar dalam Ka'bah masih tersimpan berhala-berhala zaman dulu sebagaimana yang dituduhkan kaum perusak Islam?

Sebagaimana yang diperlihatkan dokumenter Kerajaan Arab Saudi, isi dalam Ka'bah hanya berupa ruangan kosong. Bahagian dalam Ka'bah terdapat tiga pilar dari kayu gaharu terbaik. Panjang satu pilar sekitar seperempat meter atau setengah meter berwarna campuran antara merah dan kuning. Ketiga pilar ini berjejer lurus dari utara ke selatan.

Pada tahun 1998, Islamic Society of North America berkesempatan masuk ke dalam Ka’Bah. Dan inilah keterangan yang mereka bawa:
1. Ada 3 pilar di dalamnya untuk menyangga bangunan.

2. Ada 3 meja untuk meletakkan wewangian.
3. Ada 2 lampu lentera yang digantung ke langit-langit, dan tidak    ada lampu listrik di bagian dalam.
4. Kapasitas ruangan dalam Ka’Bah sanggup menampung 50 orang
5. Dinding dan lantai Ka’bah terbuat dari marmer
6. Hanya ada satu pintu dan tidak ada jendela di bagian dalam.
7. Bagian atas tembok-tembok di bagian dalam ditutupi gorden


Inilah Foto Ka'bah pada jaman dulu
Inilah Foto Ka'bah pada jaman dulu 
Dan ini adalah Ka'bah yang sekarang 

Pintu Ka'bah
Pintu Ka'bah



Pintu Ka'bah Jaman dulu

Foto dokumentasi saat Alm. Raja Fahd meninjau bagian dalam Ka'Bah
Kunci Ka'bah




Masjidil Haram zaman dahulu 

Pada awal abad ini (tahun 2000-an), bagian bawah ketiga pilar retak yang kemudian diperbaiki dengan diberi kayu melingkar di sekelilingnya. Ketiga pilar ini dibuat atas inisiatif Abdullah ibn Al Zubair tiga abad yang lalu. Meski demikian, ketiganya masih tetap kokoh hingga saat ini.

Atap dalam Ka'bah penuh dengan ukiran-ukiran mengagumkan, selain diberi lampu-lampu indah yang terbuat dari emas mumi dan dari per­hiasan-perhiasan indah lainnya. Lantai Ka'bah dibuat dari batu pualam putih.

Dinding Ka'bah bagian dalam dibalut dengan batu pualam war­na-warni dan dihiasi dengan ukiran bergaya Arab. Terdapat tujuh papan yang menempel di dinding ini yang bertuliskan nama-nama orang yang pernah merenovasi atau menambahkan sesuatu yang batu di dalam Ka'bah atau Masjidil Haram.

Dikatakan bahwa tembok Syadzarwan adalah bangunan tambahan pada Ka'bah yang dikerjakan oleh kaum Quraisy. Menurut mazhab Syafi'i dan Maliki, tembok Syadzarwan termasuk bagian Ka'bah, sehingga jamaah haji yang bertawaf harus berada di luarnya. Pendapat sebaliknya dikatakan oleh mazhab Hanafi. Menurut mereka, tembok Syadzarwan bukan merupakan bagian Ka’bah.

Adapun mazhab Hanbali memilih berada di antara dua pendapat di atas. Menurut mereka, menjauhi tembok itu sangat dianjurkan, tetapi seandainya jamaah melakukan tawaf di dalamnya maka tawafnya tetap sah dan tidak sampai rusak.

Yang jelas, belum diketahui secara pasti kapan pertama kali tembok Syadzarwan dibangun. Setiap kali Masjidil Haram dipugar, tempat-tempat di sekitarnya juga dipugar. Yang pasti, tembok Syadzarwan mengalami pemugaran pada tahun 542 H, 636 H 660 H, dan 1010 H.

Masjidil Haram kini
Jadi disini tempat muslim menjalankan rukun yang ke 5 yaitu menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel ini wassalam